Senin, 17 November 2014

Pengaruh Kelas Sosial dan Status Terhadap Perilaku Konsumen


PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS TERHADAP PERILAKU KONSUMEN


Definisi Kelas Sosial

Berdasarkan karakteristik Stratifikasi sosial, dapat kita temukan beberapa pembagian kelas atau golongan dalam masyarakat. Istilah kelas memang tidak selalu memiliki arti yang sama, walaupun pada hakekatnya mewujudkan sistem kedudukan yang pokok dalam masyarakat. Pengertian kelas sejalan dengan pengertian lapisan tanpa harus membedakan dasar pelapisan masyarakat tersebut.
Kelas Sosial atau Golongan sosial mempunyai arti yang relatif lebih banyak dipakai untuk menunjukkan lapisan sosial yang didasarkan atas kriteria ekonomi.Jadi, definisi Kelas Sosial atau Golongan Sosial ialah:Sekelompok manusia yang menempati lapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi. 

Status Sosial

Kelas sosial timbul karena adanya perbedaan dalam penghormatan dan status sosialnya. Misalnya, seorang anggota masyarakat dipandang terhormat karena memiliki status sosial yang tinggi, dan seorang anggota masyarakat dipandang rendah karena memiliki status sosial yang rendah.

 Faktor penentu kelas sosial

Beberapa indikator lain yang berpengaruh terhadap pembentukan kelas sosial, yaitu:

a.Kekayaan
Untuk memahami peran uang dalam menentukan strata sosiai/kelas sosial, kita harus menyadari bahwa pada dasamya kelas sosial merupakan suatu cara hidup. Artinya bahwa pada kelas-kelas sosial tertentu, memiliki cara hidup atau pola hidup tertentu pula, dan untuk menopang cara hidup tersebut diperlukan biaya dalam hal ini uang memiliki peran untuk menopang cara hidup kelas sosial tertentu.
Sebagai contoh: dalam kelas sosial atas tentunya diperlukan banyak sekali uang untuk dapat hidup menurut tata cara kelas sosial tersebut. Namun demikian, jumlah uang sebanyak apa pun tidak menjamin segera mendapatkan status kelas sosial atas. "Orang Kaya Baru" (OKB) mungkin mempunyai banyak uang, tetapi mereka tidak otomatis memiliki atau mencerminkan cara hidup orang kelas sosial atas. OKB yang tidak dilahirkan dan disosiaiisasikan dalam sub-kultur kelas sosial atas, maka dapat dipastikan bahwa sekali-sekali ia akan melakukan kekeliruan, dan kekeliruan itu akan menyingkap sikap kemampuannya yang asli. Untuk memasuki suatu status baru, maka dituntut untuk memiliki sikap, perasaan, dan reaksi yang merupakan kebiasaan orang status yang akan dituju, dan hal ini diperlukan waktu yang tidak singkat.
Uang juga memiliki makna halus lainnya. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan profesional lebih memiliki prestise daripada penghasilan yang berujud upah dari pekerjaan kasar. Uang yang diperoleh dari pekerjaan halal lebih memiliki prestise daripada uang hasil perjudian atau korupsi. Dengan demikian, sumber dan jenis penghasilan seseorang memberi gambaran tentang latar belakang keluarga dan kemungkinan cara hidupnya.
Jadi, uang memang merupakan determinan kelas sosiai yang penting; hal tersebut sebagian disebabkan oleh perannya dalam memberikan gambaran tentang latar belakang keluarga dan cara hidup seseorang.

b.Pekerjaan

Dengan semakin beragamnya pekerjaan yang terspesialisasi kedalam jenis-jenis pekerjaan tertentu, kita secara sadar atau tidak bahwa beberapa jenis pekerjaan tertentu lebih terhormat daripada jenis pekerjaan lainnya. Hal ini dapat kita lihat pada masyarakat Cina klasik, dimana mereka lebih menghormati ilmuwan dan memandang rendah serdadu; Sedangkan orang-orang Nazi Jerman bersikap sebaliknya.

Mengapa suatu jenis pekerjaan harus memiliki prestise yang lebih tinggi daripada jenis pekerjaan lainnya. Hal ini merupakan masalah yang sudah lama menarik perhatian para ahli ilmu sosial. Jenis-jenis pekerjaan yang berprestise tinggi pada umumnya memberi penghasilan yang lebih tinggi; meskipun demikian terdapat banyak pengecualian (?). Jenis-jenis pekerjaan yang berprestise tinggi pada umumnya memerlukan pendidikan tinggi, meskipun korelasinya masih jauh dari sempuma. Demikian halnya pentingnya peran suatu jenis pekerjaan bukanlah kriteria yang memuaskan sebagai faktor determinan strata sosial, Karena bagaimana mungkin kita bisa mengatakan bahwa pekerjaan seorang petani atau polisi kurang berharga bagi masyarakat daripada pekerjaan seorang penasihat hukum atau ahli ekonomi ? Sebenarnya, pemungut sampah yang jenjang prestisenya rendah itulah yang mungkin merupakan pekerja yang memiliki peran penting dari semua pekerja dalam peradaban kota! Pekerjaan merupakan aspek strata sosial yang penting, karena begitu banyak segi kehidupan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan. Apabila kita mengetahui jenis pekerjaan seseorang, maka kita bisa menduga tinggi rendahnya pendidikan, standar hidup, pertemanannya, jam kerja, dan kebiasaan sehari-hari keluarga orang tersebut. Kita bahkan bisa menduga selera bacaan, selera rekreasi, standar moral, dan bahkan orientasi keagamaannya. Dengan kata lain, setiap jenis pekerjaan merupakan bagian dari cara hidup yang sangat berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya.

Keseluruhan cara hidup seseoranglah yang pada akhimya menentukan pada strata sosial mana orang itu digolongkan. Pekerjaan merupakan salah satu indikator terbaik untuk mengetahui cara hidup seseorang. Oleh karena itu, pekerjaan-pun merupakan indikator terbaik untuk mengetahui strata sosial seseorang.

c. Pendidikan

Kelas sosial dan pendidikan saling mempengaruhi sekurang-­kurangnya dalam dua hal. Pertama, pendidikan yang tinggi memerlukan uang dan motivasi. Kedua, jenis dan tinggi rendahnya pendidikan mempengaruhi jenjang kelas sosia. Pendidikan tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera, minat, tujuan, etiket, cara berbicara - perubahan dalam keseluruhan cara hidup seseorang.

pengukuran kelas sosial

Pembagian Kelas Sosial terdiri atas 3 bagian yaitu:

a.Berdasarkan Status Ekonomi.

1) Aristoteles membagi masyarakat secara ekonomi menjadi kelas atau golongan:
- Golongan sangat kaya
- Golongan kaya
- Golongan miskin

Aristoteles menggambarkan ketiga kelas tersebut seperti piramida:
Ket :
Golongan pertama : merupakan kelompok terkecil dalam masyarakat. Mereka terdiri dari pengusaha, tuan tanah dan bangsawan.
Golongan kedua : merupakan golongan yang cukup banyak terdapat di dalam masyarakat. Mereka terdiri dari para pedagang, dsbnya.
Golongan ketiga : merupakan golongan terbanyak dalam masyarakat. Mereka kebanyakan rakyat biasa.

2) Karl Marx juga membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yakni:

a. Golongan kapitalis atau borjuis : adalah mereka yang menguasai tanah dan alat produksi.
b. Golongan menengah : terdiri dari para pegawai pemerintah.
c. Golongan proletar : adalah mereka yang tidak memiliki tanah dan alat produksi. Termasuk didalamnya adalah kaum buruh atau pekerja pabrik.
Menurut Karl Marx golongan menengah cenderung dimasukkan ke golongan kapatalis karena dalam kenyataannya golongan ini adalah pembela setia kaum kapitalis. Dengan demikian, dalam kenyataannya hanya terdapat dua golongan masyarakat, yakni golongan kapitalis atau borjuis dan golongan proletar.



Pengaruh Kelas Sosial dan Status Terhadap Pembelian dan Konsumsi

Aspek hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.
Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.
Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.

Para individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam kedudukan kelas sosial dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua mereka. Yang paling umum dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri. Dengan mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi maka para pemasar sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas yang lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.

Kelas sosial merupakan bentuk segmentasi yang hierarkis dan alamiah, dikarenakan aspek hierarkis kelas sosial begitu penting bagi pemasar dan produsen untuk menentukan konsumen mana yang akan dituju dari produk yang telah diciptakan, apa untuk status yang lebih tinggi atau status yang lebih rendah. Memang disini begitu terlihat begitu ada ketidakadilan dan jarak terhadap konsumen, namun itu semua merupakan segmentasi yang alamiah karena semua sudah terjadi dan tercipta dengan sendirinya. 

Adapun yang merupakan ukuran kelas sosial dari konsumen yang dapat diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik terlihat dari pekerjaan, pendidikan dan penghasilan Mesir Kuno. Gaya hidup dari lapisan atas akan berbeda dengan gaya hidup lapisan menengah dan bawah. Demikian juga halnya dengan perilaku masing-masing anggotanya dapat dibedakan sehingga kita mengetahui dari kalangan kelas social mana seseorang berasal.
Eklusivitas yang ada sering membatasi pergaulan diantara kelas social tertentu, mereka enggan bergaul dengan kelas social dibawahnya atau membatasi diri hanya bergaul dengan kelas yang sama dengan kelas mereka.Pola perilaku kelas social atas dianggap lebih berbudaya dibandingkan dengan kelas social di bawahnya. Sebaliknya kelas social bawah akan memandang mereka sebagai orang boros dan konsumtif dan menganggap apa yang mereka lakukan kurang manusiawi dan tidak memiliki kesadaran dan solidaritas terhadap mereka yang menderita. Pemujaan terhadap kelas sosialnya masing-masing adalah wujud dari etnosentrisme.

Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial

Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial berbeda – beda sesuai dengan kelas sosial yang ingin di tuju. Bisa dilihat apabila ingin memasarkan suatu produk yang mempunyai kelas sosial yang tinggi biasanya menggunakan iklan yang premium atau bisa di bilang lebih eksklusif karena dapat diketahui bahwa orang – orang yang berada di kelas sosial atau memiliki status sosial yang tertinggi, mereka lebih memilih produk yang higienis, terbaru, bermerk, dan kualitas yang sangat bagus. Berbeda apabila pemasaran dilakukan untuk orang – orang yang berada pada kelas sosial terendah. Penggunaan iklan pun kurang di gencarkan dan biasanya malah lebih menggunakan promosi yang lebih kuat, karena kelas sosial yang rendah lebih banyak mementingkan sebuah kuantitas suatu produk dengan harga yang murah. Jadi berbeda sekali pemasaran yang dilakukan apabila melihat dari posisi kelas sosial yang ada.

SUMBER :

Diposkan oleh septoooy di 05.48
http://septoooy.blogspot.com/2013/11/pengaruh-kelas-sosial-dan-status.html

Jumat, 14 November 2014

TIPS MENGATUR UANG JAJAN



TIPS MENGATUR UANG JAJAN
Bagi para pelajar ataupun mahasiswa sangat sulit sekali rasanya untuk mengatur uang saku. Banyak sekali ajakan – ajakan teman yang membuat kita harus menguras uang yang ada. Contohnya makan – makan di kafe, pergi shoping, jalan – jalan ataupun sekedar hangout di mall. Padahal selain itu semua banyak juga tugas kuliah ataupun sekolah yang memerlukan biaya lumayan besar dan itu tentu harus lebih diutamakan. Seperti biaya ke warnet, ngeprint, menjilid tugas, foto copy, ataupun biaya transportasi. Memanganya anda mau kuliah ataupun sekolah anda tidak lulus karena lalai mengerjakan tugas?Tentu tidak bukan. Baiklah disini saya akan menulis beberapa tips agar anda dapat mengatur uang saku lebih hemat dan bijak.
1. Pulanglah langsung ke rumah setelah pulang sekolah ataupun kuliah.
Dengan langsung pulang sekolah anda akan terhindar dari ajakan teman yang tidak penting seperti nongkrong di warung – warung atau hanya ngobrol – ngobrol di kafe untuk hal yang tidak penting lainnya. Meskipun tadinya anda tidak berniat untuk membeli sesuatu disana namun itu tidak menjamin anda tidak akan mengeluarkan uang untuk membeli makanan.
2. Bawalah bekal makan siang atau cemilan dari rumah.
Dengan membawa makanan dari rumah kita bisa menghemat uang saku supaya tidak jajan di sekolah . Uang yang diberikan dari ortu dapat kita tabung ataupun dibelikan untuk keperluan sekolah.
3. Bepergian dengan menggunakan kendaraan umum.
Ketika kita akan bepergian menggunakan kendaraan umum adalah cara yang terbaik untuk berhemat. Selain murah ongkosnya kita juga dapat lebih santai karena tak perlu konsentrasi mengemudikan mobil atau mengendarai motor.
4. Biasakan untuk menabung.
Menabung sangat penting bagi mahasiswa ataupun pelajar. Dengan menabung kita dapat merencanakan anggaran masa depan yang lebih baik, misalnya jika ada keperluan mendadak kita dapat menggunakan uang tabungan untuk biaya itu dan tak perlu repot – repot meminjam uang kepada teman.
5. Buatlah catatan pengeluaran uang bulanan.
Catatlah daftar pengeluaran bulanan anda di sebuah buku khusus untuk keuangan. Coretlah daftar yang menurut anda tidak terlalu penting sehingga uangnya dapat disimpan untuk ditabung.
6. Cari tambahan penghasilan.
Tidak ada salahnya anda mencoba untuk menambah uang saku dengan penghasilan sendiri. Jangan ragu untuk memulainya supaya anda bisa membiasakan hidup mandiri. Contoh pekerjaan yang dapat dikerjakan mahasiswa ataupun pelajar seperti kerja part time, freelance, berjualan, ataupun berwirausaha.

tips hidup hemat



Tips hidup hemat dan cara menghemat uang paling efektif

Tips hidup hemat dan cara menghemat uang paling efektif. Setiap orang pada dasarnya menginginkan kesuksesan finansial dalam hidupnya, namun hanya sedikit saja yang berhasil meraihnya. Mengapa?. Jawaban atas pertanyaan ini akan diungkap pada artikel tentang "Tips hidup hemat" dan "Tips berhemat" pada kesempatan kali ini.

Sebelum anda memulai hidup hemat, maka anda harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan hidup hemat. Jika anda menilai bahwa hidup hemat = pelit dan sangat bertentangan dengan karakter serta kepribadian anda, maka anda keliru karena sesungguhnya definisi hemat atau pengertian hidup hemat adalah proses efisiensi konsumsi di saat sekarang untuk dapat mengkonsumsi lebih banyak di masa depan. Hal ini sangat bertolak belakang dengan hidup boros yang memiliki pengertian mengkonsumsi lebih banyak di saat sekarang dengan mengambil kemampuan konsumsi dimasa mendatang.

Mengutip dari kata-kata bijak Robert T Kiyosaki yang juga seorang motivator dan pakar finansial terkenal yang pernah menerbitkan banyak buku-buku best seller diantaranya Rich Dad Poor Dad, Rich Dad's CASHFLOW Quadrant. "Setiap kali anda berhutang uang kepada seseorang, maka anda akan menjadi pegawai dari uang mereka" yang bila diartikan bahwa kehidupan finansial yang baik akan lebih mudah diwujudkan jika anda tak berhutang atau menghutangi seseorang. Jika kalimat diatas terdengar klise dan mungkin terlalu universal bagi anda, maka mulai kini anda bisa mempraktekkannya di mulai dari hal-hal yang kecil dan mudah dahulu dalam menghemat uang anda, hal-hal apa sajakah itu?. Berikut adalah Tips hidup hemat dan cara menghemat uang paling efektif:

1. Catat dan bukukan semua uang pemasukan dan pengeluaran anda.
Buat catatan yang sistematis guna memonitoring semua uang masuk dan uang keluar. Minimalkan uang pengeluaran dan maksimalkan sebagian besar uang yang anda sisihkan untuk ditabung. Disiplin, komitmen serta pengorbanan yang besar diperlukan pada tahap ini supaya rencana ini dapat dilakukan dengan sukses. Ingat, perubahan akan selalu terasa tidak enak di masa-masa awal, terutama saat memutuskan untuk merubah pola hidup. Namun seiring waktu, maka anda akan menjadi terbiasa.

2. Simpan kartu ATM dan Kartu Kredit yang anda miliki.
Orang biasanya memiliki kecenderungan untuk bisa merasakan kenikmatan saat dengan mudahnya berhutang atau bisa mengeluarkan uang dengan mudah, dan anda jangan sampai terjebak dalam kenikmatan sesaat tersebut. Semakin anda merasa nyaman dengan pola hidup seperti itu, maka cita-cita untuk bisa hidup bahagia dari segi finansial di masa mendatang akan semakin jauh. Disiplinkan diri anda dan selalu ingat pada tujuan akhir. Nah, untuk menyiasati hal ini, maka anda bisa menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk keperluan bulanan dan simpan kartu-kartu tersebut dirumah agar lebih aman.

3. Rubah pola hidup konsumtif, gengsi dan hobi mahal yang memakan biaya.
Jangan pernah merasa malu dan minder saat anda harus memotong sebagian besar budget yang anda miliki untuk ditabung dan merubah gaya hidup anda. Merubah gaya hidup bukan berarti anda harus membuang "gaya" anda, tapi yang anda perlukan hanyalah menyiasatinya. Sebagai contoh sederhana yang bisa anda lakukan misalnya, anda bisa mengganti hobi ke gym anda dengan melakukan jogging setiap pagi di komplek tempat tinggal anda atau jika anda terbiasa berbelanja di mal yang harus mengeluarkan banyak biaya, maka kini anda bisa berbelanja di pasar-pasar murah yang barangnya bisa ditawar. Bahkan jika anda pintar memilih, anda pun bisa mendapatkan barang murah yang berkualitas di tempat tersebut.

4. Buang pengeluaran rutin anda yang kurang diperlukan. 
Buang pengeluaran rutin anda yang kurang diperlukan dan lakukan secara bertahap. Biaya pengeluaran rutin yang kurang memiliki banyak manfaat sebaiknya diminimalisir seminim mungkin atau buang saja jika memang diperlukan. Sebagai contoh misalnya, jika anda berlangganan TV Kabel, maka lebih baik anda stop saja karena hanya akan membebankan biaya pengeluaran anda. Meskipun terkesan murah, akan tetapi bayangkan jika dalam jangka waktu yang lama, tentu akan menghasilkan akumulasi biaya dengan jumlah yang besar bukan?. Anda bisa menggantinya dengan menonton acara TV lokal saja yang murah meriah namun tetap mengasyikan. Jika anda berhasil melakukannya, maka secara bertahap anda pun bisa menerapkan ke hal-hal yang lain, misalnya berhenti berlangganan koran, majalah, kartu kredit, merampingkan anggaran kartu telepon selular dan lain sebagainya yang anda nilai bisa membebankan pengeluaran anda dan alokasikan biaya tersebut ke tabungan.

5. Bawa makanan dari rumah saat bekerja.
Tips bagi anda yang kerja. Jangan malu untuk membawa makanan dari rumah saat bekerja karena hal ini justru mencerminkan kebiasaan hidup yang lebih sehat dibandingkan dengan membeli makanan diluar yang belum tentu terjamin kebersihannya. Selain bisa menghemat, cara ini juga kini telah banyak diaplikasikan oleh mereka yang ingin menimimalisir anggaran budgetnya atau tengah menjalankan diet dengan menu makanan sehat.

6. Temukan hal-hal lain yang memakan biaya kemudian alokasikan ke tabungan anda.
Langkah selanjutnya adalah menemukan hal-hal lain yang kurang diperlukan dan anda anggap kerap memakan biaya kemudian alokasikan ke tabungan anda. Semakin banyak anda menemukannya, maka semakin cerah masa depan finansial anda. Ingat selalu pada pencapaian serta tujuan akhir dan konsistensi dalam proses, itu yang paling penting. Ingat, apa yang anda jalani saat ini adalah manifestasi apa yang anda dapatkan esok hari.

Demikianlah beberapa Tips hidup hemat dan cara menghemat uang paling efektif yang bisa anda lakukan. Jangan lupa untuk tidak hanya menerapkannya pada anda saja, akan tetapi akan lebih baik lagi jika anda juga bisa menerapkannya kepada keluarga anda. Selalu percaya bahwa untuk berkeliling dunia pun harus dimulai dengan satu langkah kecil. Jadi jangan pernah remehkan hal-hal yang kecil karena siapa tau justru karena hal-hal kecil yang anda lakukan bisa membawa anda kepada kesuksesan yang besar.

PEMBELIAN



PEMBELIAN
Perilaku Konsumen yang menunjukkan minat dalam membeli suatu produk tertentu umumnya akan mengikuti proses pengambilan keputusan tertentu yang mengikuti langkah-langkah seperti: masalah pengakuan (kebutuhan yang tidak puas), pencarian informasi, evaluasi dari hasil yang diharapkan, pembelian, perilaku pasca pembelian.
Proses ini merupakan pedoman untuk mempelajari Perilaku Konsumen dalam membuat keputusan, tetapi penting untuk diingat bahwa mereka bisa meninggalkan seluruh ide pada setiap tahap, dan mereka tidak selalu terus dengan keputusan ini proses pembuatan hingga pembelian.
Pengambilan Keputusan Pembelian
Dalam pengambilan keputusan merupakan suatu proses kegiatan pembelian yang tampak hanyalah satu tahap dari keseluruhan proses pembelian konsumen.
Basu Swasta dan T. Hani Handoko, (1982, Hal. 103 ) proses pengambilan keputusan melalui lima tahap yaitu :
1. Menganalisis atau pengenalan kebutuhan dan keinginan.
Dalam penganalisaan kebutuhan dan keinginan suatu proses ditujukan untuk mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi. Jika suatu kebutuhan diketahui, maka konsumen akan memahami adanya kebutuhan yang segera dipenuhi atau masih ditunda pemenuhannya. Tahap ini adalah proses pembelian mulai dilakukan.
2. Pencarian informasi dan penilaian sumber – sumber.
Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal, pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif hanya dengan membaca iklan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.
Pencarian informasi internal tentang sumber – sumber pembelian dapat berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan.
3. Penilaian dan seleksi terhadap alternatif pembelian.
Meliputi dua tahap yaitu menetapkan tujuan pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembelian.
Tujuan pembelian bagi masing – masing konsumen tidak selalu sama, tergantung pada jenis produk dan kebutuhannya.
4. Keputusan untuk membeli.
Tahapan dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen benar – benar membeli produk. Keputusan untuk membeli atau tidak produk yang ditawarkan. Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli sebenarnya merupakan kesimpulan dari sejumlah keputusan, misalnya : keputusan tentang jenis produk, bentuk produk, jumlah produk dan sebagainya. Apabila produk yang dihasilkan perusahaan sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan, maka produk tersebut mampu menarik minat untuk membeli. Bila konsumen dapat dipuaskan maka pembelian berikutnya akan membeli merk tersebut lagi dan lagi.
5. Perilaku sesudah pembelian.

Setelah melakukan pembelian produk, konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen akan melakukan tindakan setelah kegiatan membeli dalam hal penggunaan produk tersebut sehingga harus diperhatikan oleh pemasar bahwa tugas pemasaran tidak berakhir ketika produk sudah dibeli tetapi terus sampai pada periode setelah pembelian.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli
Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan  pada saat mereka membutuhkan. Keputusan membeli pada dasarnya berkaitan dengan “mengapa” dan “bagaimana” tingkah laku konsumen
 Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli:
 a.       Kebudayaan
Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.
b.      Kelas sosial
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal 
c.       Kelompok referensi kecil
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll
d.      Keluarga
lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
  • Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
  • Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
  • Siapa yang melakukan pembelian.
  • Siapa pemakai produknya.
e.       Pengalaman
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya 
f.       Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku
g.      Sikap dan kepercayaan
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya 
h.      Konsep diri
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.
 Macam-Macam Situasi Pembelian
Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen  dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat  tiga macam situasi: 
1.      Perilaku Responsi Rutin
Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.
2.      Penyelesaian Masalah Terbatas
Pembelian yang  lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu  dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan  informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli  
3.  Penyelesaian Masalah Ekstensif
Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika  pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya
 Struktur Keputusan Membeli
Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur yang mencakup beberapa  komponen: 
1.      Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.
2.      Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen  dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.
3.      Keputusan tentang merk
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.
4.      Keputusan tentang penjualnya
Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
5.      Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.
6.      Keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.
7.      Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.

Sumber :